Minggu, 30 Oktober 2011

Lagu Cinta Buat Ify #part 15

Lagu Cinta Buat Ify #part 15







#rify
“eh kak, itu bukannya via ia ?” kata ify sambil menunjuk seorang cewek. Yapp !!
Ify mau k rumah via buat ngembaliin buka yang dia pinjam kemarin.
“ia fy,, ehh siapa thu ?” kaget rio karena dia melihat ada seorang cewek yang membekap mulut via.
“itu.. itu aren !!! kejar kak” kata ify kaget.
Merekapun mengikuti mobil aren.
“sebaiknya lo telfon iel fy” saran rio.
Ify pun mengangguk lalu menelfon iel.
Tuuuttt tuuttt ..
“hallo” kata iel.
“hallo kak, lo dimana ?” tanya ify.
“gue di jalan mau pulang. Kenapa fy ?” jawab + tanya iel.
“cepetan lo ke gedung kosong dekat rumah via. Via di culik” kata ify dengan nada panik.
“ha ? sama siapa ?” tanya iel kaget.
“aren kak. Buruan, gue takut dia ngapa2in via. Thun anak kan nekat”
“oke gue kesana”
Tuutt tuutt ..
“iel pun mematikan sambungan tepefonnya dan menuju ke gedung kosong itu, sedangkan rify masuk ke dalam gedung itu sambil terus berjaga takut aren mengetahui keberadaan mereka.
“kak, sebaiknya lo telfon polissi deh kak, gue takut aren macam2 ama shila. Dia thu nekat banget” saran ify sambil terus mengikuti aren. Rio pun langsung menelfon polisi. Tak lama setelah itu, iel pun datang.
“mana viaa fy ?” tanya iel panik.
“lo tenang kak, thu via” kata ify sambil menunjuk via yang terus di bawa ke sebuah ruangan.
“ikutin” kata iel memberi komando. Mereka pun terus mengikuti aren.
#arvia
Bruukk..

“aduuhh” rintih via karena aren mendorong nya hingga tersunkur.
“hhhahaha.... ternyata lo masih jadian ama iel” kata aren tajam.
“ia. Karena gue cinta ama dia” jawab via tak kalah tajam.
“sebaik nya lo jauhin iel deh dari pada nyawa lo ilang” ancam aren.
“gag semudah itu lo nyuruh gue jauhin dia” kata via sambil berusaha berdiri.
“oohhhh lo gag mau jauhin iel ? oke oke,,, kalo lo gag mau jauhin iel maka......” aren pun mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya.
“lo mau apa ren ? jangan macam2 lo” kata via sambil memundurkan langkahnya.
“hhahaha gue mau lo mati !! hhahah biar iel jadi milik gue” kata aren sambil memainkan pisau itu.
“gue mohon jangan bunuh gue ren” pinta via. Airmatanya pun jatuh saking takut nya.
“oke gue gag akan bunuh lo. Tapi lo lepasin iel untuk gue” kata aren tajam.
‘ya tuhan, apa yang harus gue lakuin. Di datu sisi gue masih mau hidup.. tapi di sisi lain gue gag mau ngelepasin kak iel’ batin via.
“gimana via sayang ?” tanya aren sambil mendekati via.
“lebih baik gue mati daripada harus ngelepasin kak iel untuk cewek gila kayak lo !!!” kata via yakin.
“lo yakin ?” tanya aren sambil tersenyum licik.
“ia gue yakin. Kak iel gag pantas buat cewek gila kayak lo”
“oke hhhahha selamat tinggal via” kata aren sambil mengayunkan pisau itu kearah via. Via pun memejamkan mata nya dannn......



“arrgghh” erang seseorang. Via kaget. Dia tidak merasakan sesuatu menancap di perutnya. Perlahan via pun membuka matanya dan betapa kagetnya via melihat pisau itu malah mengenai iel.
“kak iel” gumam via. Via pun langsung menghampiri iel.
“i..ii..iel” kata aren terbata2.
“angkat tangan !!” kata polisi yang mengaget kan aren. Aren pun mengangkat tangan nya.
“letakkan senjata anda” perintah polisi itu. Aren pun meletakkan pisaunya dan polisi itu pun segera menggeret (?) aren.
“terima kasih pak” kata rio kepada salah satu polisi itu.
“ia sama2” kata polisi itu lalu beranjak dari sana.
“kak iel.. kenapa lo gag biarin gue aja yang kena ? kenapa lo nhelindungin gue ?” tanya via sambil terisak.
“ka..ka...karena gu..gue sa..yang ama.. lo vi” kata iel terbata2.
Via pun hanya menangis.
“ja..jangan na...ngis vi” kata iel sambil mengusap air mata via. Dan setelah itu, iel langsung tak sadarkan diri.
“kak, kak iel” kata via sambil memukul pelan pipi iel.
“kak rio, tolongin gue. Kita ke rumah sakit” kata via sambil berusaha membopong iel.
Rio pun langsung membantu via dan mereka pu langsung tancap gas ke rumah sakit.
@rumah sakit
“gimana dok ?” tanya rio ketika melihat dokter yang menangani iel keluar.
“untung kalian segera membawa nya kesini, jadi nyawa nya bisa terselamatkan.. tapi dia masih  dalam masa kritis” kata dokter itu.
“apa kami boleh masuk dok ?” tanya ify.
“belum.. kalian boleh masuk setelah iel di pindahkan ke ruangan biasa” kata dokter itu.
“baik lah dok, terimakasih” kata ify.
“ia.. saya permisi” pamit dokter itu lalu berlalu dari hadapan rify + vai.
“ini salah gue.. ini semua gara2 gue.. coba aja kak iel tadi gag nolongin gue, pasti dia gag kayak gini” kata via sambil terduduk lesu di lantai rumah sakit.
“vi, lo gag boleh kayak gitu. Ini bukan salah lo. Ini takdir vi” kata ify berusaha menenangkan via.
“tapi  andai aja kak iel gag nolongin gue pasti dia gag kayak gini fy”
“ssstt udah lo diam.. mending kita berdo’a aja buat iel, semoga dia bisa melewati masa kritisnya” kata rio.
Mereka pun mengangguk.

SKIP~~
SKIP~~
Sudah 2 jam firy + via berada di rumah sakit. Cakshil pun sudah di beritahu dan akhirnya mereka datang.
“gimana keadaan iel ?” tanya cakka pada rio.
“dia masihh kritis” jawab rio lesu.
“vi,, lo yang sabar ia,,, gue tau kak iel pasti sembuh kok” kata shilla sambil memeluk via. Via hanya menangis di dalam pelukan shilla.
“iel sudah melewati masa kritis nya” kata dokter yang datang tiba2.
“apa kami boleh masuk dok ?” tanya rio.
“silah kan. Tapi jangan berisik karena iel belum sadar” pesan dokter itu.
“baik dok” jawab mereka kompak. Lalu mereka pun masuk ke dalam kamar rawat iel.
“kak,, lo bangun dong” kata via sambil duduk di kursi yang ad i samping ranjang iel.
Mereka hanya menatap via.. airmata mereka pun jatuh melihat kondisi iel,, apalagi ify yang notabennya adalah adik kandung gabriel.  Rio pun memeluk ify dan membawanya ke sofa untuk menenangkan ify. Sedangkan caksil berdiri d samping via.
“iel.. lo sadar dong bro. Lo tega apa liat via nangis ? gag kan ? gue tau lo cinta ama dia, jadi lo sadar ia” kata cakka. Ia pun tak dapat membendung airmata nya.
“ia kak. Lo sadar dong.. vianya nangis terus tuhh. Kasian dia” kata shilla sambil mengeka airmatanya.
Via pun menggenggam tangan iel.
“kak, lo sadar dong.. gue janji, kalo lo sadar gue bakal maafin lo.. lo sadar ia kak” kata via sambil terus menagis.
Perlahan jari iel bergerak.
“kak, jari iel bergerak kak” seru via.
“ha ? tunggu gue panggil dokter” kata cakka lalu langsung ngacir buat manggil dokter. Tak lama, cakka pun kembali dengan dokter tadi.
“saya mohon kalin keluar sebentar” pinta dokter itu.
Mereka semua pun keluar sedangkan dokter itu memeriksa keadaan iel.



“gimana dok ?” tanya cakka ketika melihat dokter keluar dari ruang rawat iel.
“iel sudah sadarkan diri. Apa di antara kalian ada yang bernama via ?” jawab + tanya dokter itu.
“saya dok” kata via.
“iel ingin bertemu dengan anda” kata dokter itu.
“naik lah dok” via pun masuk ke ruang rawat iel.



“kak iel” gumam via. Airmatanya pun jatuh lagi.
“via.. kok lo nangis sihh ?” tanya iel.
Via tidak menjawab. Dia pun langsung memeluk iel.
“kenapa lo ngelingungin gue kak ?” tanya via dalam pelukan iel.
“kan udah gue bilang, karena gue sayang ama lo via” kata iel sambil melepaskan pelukannya.
Via pun duduk di kursi tadi.
“cengeng” celetuk iel.
“iihh lo tuhh ia.. gue thu nangis karena gue khawatir ama lo.. eh lo malah ngeledekin gue” kata via kesal.
“hhaha aduuhh”  rintih iel sambil memegangi perutnya yang tertusuk tadi.
“ha ? kak iel,, lo kenapa ?” tanya via panik.
“perut gue sakit” jawab iel.
“yaudah.. lo jangan banyak gerak dulu ia” kata via sambil menggenggam tangan iel.
Iel pun hanya mengangguk.
“mendingan lo tidur deh kak” suruh via.
“temanin” pinta iel manja.
“iihh manja bener lo” kata via.
“ia udah kalo gag mau” kata iel ngambek.
“yaahh ngambek.. ia deh gue temenin,, tapi gue bilang  ama yang lain dulu ia” kata via lalu keluar dari kamar rawat iel.


“guys,, mending kalian pulang aja dehh,, kak iel udah gag apa2 kok” kata via.
“beneran vi ?” tanya ify.
“i J. Kalian pulang aja. Biar gue yang jagain kak iel” jawab via.
“yaudah dehhh,, kita pulang ia vi” pamit cakka. Via hanya mengangguk. Rify dan cakshil pun pulang sedangkan via kembali ke kamar rawat iel.

“lohh kok lo jalan sihh kak ? luka lo belum kering”  tanya via kaget karena via melihat iel duduk di balkon.
“gue males baring mulu” jawab iel santai.
“bandel banget sihh” kata via lalu duduk di samping iel.
“biarin :P” kata iel sambil memeletkan lidahnya.
“balik gag” paksa via.
“cium dulu” kata iel sambil menunjuk pipinya.
“ogah !!” tolak via.
“ia udah, gue juga ogah balik” kata iel.
Via hanya mendengus kesal. Dengan secepat kilat dia pun mencium pipi iel.
“hhaha lo lucu vi” kata iel yang melihat muka via yang memerah kayak kepiting rubus.
“apaan sihh lo kak.. tidur gihh” kata via sambil menutup wajah nya.
“gag ahh” kata iel sambil tersenyum  jail.
“lho kok gag mau sih ?” tanya via sambil menatap iel.
Dengan cepat, iel pun langsung mencium pipi via dan langsung ngacir ke tempat tidur.
“kak ieeelll !!”
“hhaha ampuuuunnn” kata iel sambil  memutupi diri nya dengan selimut, sedangkan via duduk di sofa lalu memejamkan matanya.

SKIP~~~
SKIP~~~

@rumah cakka
“apa gag ada cara lain ?” tanya papa  cakka. Papa cakka sedang berbincang lewat telfon dengan bos nya.
“tidak !! kalau kalian tidak mau, maka semua barang milik kalian temasuk rumah akan saya sita” kata orang di sebrang sana.
“huuhh baik lah buk.. akan saya bicarakan dengan cakka” kata papa cakka pasrah.
“okeehh..”
Tuutt tuuttt ..
Sambungan itu pun terputus.
“kenapa pa ?” tanya mama cakka.
“perusahaan kita bangkrut ma” jawab papa cakka lesu.
“terus apa yang harus kita lakukan pa ?” tanya mama cakka. Airmata nya pun jatuh.
“kita harus.......”



Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar