Lagu Cinta Buat Ify #part 9
@rumah fiel
“gw nyanyi apa ia ?” Tanya ify pada dirinya sendiri.
“oh ia. Lagu itu aja”
Lalu ify beranjak dari tempat tidur nya menuju pianonya yang terletak d lantai bawah, lalu ify pun latihan buat pensi besok.
Sedangkan d rumah rio….
@kamar rio
“lagu apa ia ?” gumam rio.
“aaarrrggghhhh,,,,” teriak rio saking bingung nya sambil mengacak2 rambutnya.
“oh ia, lagu itu aja” lalu rio pun beranjak dari tempat tidur nya dan mengambil gitar yang ada di dekat meja belajarnya.
Keesokan harinya ….
@rumah ify…
“aduuuhh, gw pakek baju pa ia ?” gumam ify sambil mengacak2 lemari bajunya.
“gw tanya via aja deh” lanjutnya. Lalu ify pun mengambil hpnya dan mencari nma sivia lalu dia mmencet tombol ijo.
Tuut tuut…
“hallo”
“vi, lo dmna ?”
“d rumah lagi siap2 buat ntar malam. Npa fy ?”
“siap2 nya d rumah gw aja deh. Sekarang cpetan lo k rmah gw. bantuin gw ia”
“ok deh”
Lalu ify pun mmutuskan smbungannya. Via pun langsung brangkat k rumah ify.
@rumah rio…
“iel bagusnya gw pake baju yang mna ni ?”
“yang ini aja”
Lalu rio pun mengganti pakaiannya dengan pakaian yang d pilihin iel tadi. Bberapa menit kmudian rio pun kluar dari kamar mandi.
“gimana iel ?”
“keren io. Pasti adek gw bakal klepek2 dah ama lo”
“baru nyadar lo kalo seorang MARIO STEVANO ADITYA HALING keren ?” tanya rio sambil duduk d samping iel.
“PD gila idu lo. Yaudah, yuk brangkat” kata iel lalu berdiri.
“yukk” jawab rio dan mngikuti iel yang udah jalan dluan.
Beberapa menit kmudian…..
@sekolah…
“duuuhhh, kaki el mna sih ? acara dah mau d mulai lagi, bisa2 kna semprot pak duta niihh” keluh via.
“sabar vi, gw yakin ntar lagi meraka pasti datang” kata ify.
Sivia hanya tersenyum tipis mnanggapi ucapan ify tersebut.
“via/ify” panggil 2 orang cwok scara bersamaan. Via dan ify pun langsung menoleh k sumber suara dan mereka diam mmatung melihat siapa yang ada di hadapan mereka, begitupun dengan 2 orang cowok yang mmanggil mereka tadi.
‘cantik’ batin k2 cwok itu. Rio dan iel.
‘kereeenn, ganteng lagi’ batin ify dan via.
Stelah bberapa mnit saling bertatap2an, merekapun tersadar.
“eh, kok lama sih kak ?” tanya via mmulai percakapan.
“sorry via ku sayang, tadi macet” kata iel sambil mnyolek dagu sivia. Sontak muka via pun mmerah kyak kpiting rebus.
“iihhh, kaki el apaan sih, jadi malu” kata sivia sambil mnutup mukanya.
“KACANG GORENG KACANG GORENG … DUA SERINGGIT (?) SEDAP SEDAP SEDAP” teriak rify krna d cuekin ama siviel.
“knpa lo brdua, mau kacang goreng ? noh, beli aja d dpan banyak” kata iel watados.
Pleettaaakkkk… rify pun mnjitak kpala iel.
“au, knapa sih lo b2 jitakin kpla gw ? apa salah gw coba ?” tanya iel polos.
“ah, lama ngomong ama lo. Mndingan kita lanhgsung k blakang panggung aja. D marahin pak duta mampus lo” kata rio sambil menggandeng tangan ify. Ify kaget, tapi dia berusaha untuk bersikap biasa.
“ciiee ciiee yang gandengan, ehm ehm” ledek via yang ngeliat rio menggandeng tanga ify. Rio pun mllepas gandengan nya sedangkan ify tertunduk malu.
“apaan sih lo vi. Udah, bruan yukk” kata rio untuk mnutupi kgugupannya.
“yukk” jwab siviel + ify.
Tak berapa lama, acara pun d mulai. Penampilan demi penampilan d tampilkan oleh murid2 SMA KARTIKA, sekarang tiba saatnya giliran ify.
“vi, do’ain gw ia”pinta ify pada via.
“ok” jawab via sambil mengacungkan jmpolnya.
Ify pun naik k atas panggung dan diapun duduk d kursi yang sudah d sediakan. Perlahan2 ify pun mmencet tuts piano….
di sudut malam ini aku menunggumu
berharap engkau datang mengambil hatiku
yang sedang bersedih, tak mau begini
reff:
cinta kapan datang
aku tak mau sendiri lagi
cinta kapan datang
aku tak mau menunggu lagi
‘cinta lo bakal datang sbentar lagi fy’ batin rio.
di sepi hari ini aku menunggumu
mengisi setiap ruang yang belum terisi
yang sedang bersedih, tak mau begini
repeat reff
setiap hembusan nafasku, selama itu aku menunggu
semua bergulir lambat untukku menunggu cinta
(cinta kapan datang) kapan datang
(aku tak mau sendiri lagi
cinta kapan datang) cinta kapan datang
(aku tak mau menunggu lagi)
(cinta kapan datang)
aku tak mau sendiri lagi
cinta kapan datang
aku tak mau sendiri lagi
aku tak mau sendiri lagi
bersambung ...
“gw nyanyi apa ia ?” Tanya ify pada dirinya sendiri.
“oh ia. Lagu itu aja”
Lalu ify beranjak dari tempat tidur nya menuju pianonya yang terletak d lantai bawah, lalu ify pun latihan buat pensi besok.
Sedangkan d rumah rio….
@kamar rio
“lagu apa ia ?” gumam rio.
“aaarrrggghhhh,,,,” teriak rio saking bingung nya sambil mengacak2 rambutnya.
“oh ia, lagu itu aja” lalu rio pun beranjak dari tempat tidur nya dan mengambil gitar yang ada di dekat meja belajarnya.
Keesokan harinya ….
@rumah ify…
“aduuuhh, gw pakek baju pa ia ?” gumam ify sambil mengacak2 lemari bajunya.
“gw tanya via aja deh” lanjutnya. Lalu ify pun mengambil hpnya dan mencari nma sivia lalu dia mmencet tombol ijo.
Tuut tuut…
“hallo”
“vi, lo dmna ?”
“d rumah lagi siap2 buat ntar malam. Npa fy ?”
“siap2 nya d rumah gw aja deh. Sekarang cpetan lo k rmah gw. bantuin gw ia”
“ok deh”
Lalu ify pun mmutuskan smbungannya. Via pun langsung brangkat k rumah ify.
@rumah rio…
“iel bagusnya gw pake baju yang mna ni ?”
“yang ini aja”
Lalu rio pun mengganti pakaiannya dengan pakaian yang d pilihin iel tadi. Bberapa menit kmudian rio pun kluar dari kamar mandi.
“gimana iel ?”
“keren io. Pasti adek gw bakal klepek2 dah ama lo”
“baru nyadar lo kalo seorang MARIO STEVANO ADITYA HALING keren ?” tanya rio sambil duduk d samping iel.
“PD gila idu lo. Yaudah, yuk brangkat” kata iel lalu berdiri.
“yukk” jawab rio dan mngikuti iel yang udah jalan dluan.
Beberapa menit kmudian…..
@sekolah…
“duuuhhh, kaki el mna sih ? acara dah mau d mulai lagi, bisa2 kna semprot pak duta niihh” keluh via.
“sabar vi, gw yakin ntar lagi meraka pasti datang” kata ify.
Sivia hanya tersenyum tipis mnanggapi ucapan ify tersebut.
“via/ify” panggil 2 orang cwok scara bersamaan. Via dan ify pun langsung menoleh k sumber suara dan mereka diam mmatung melihat siapa yang ada di hadapan mereka, begitupun dengan 2 orang cowok yang mmanggil mereka tadi.
‘cantik’ batin k2 cwok itu. Rio dan iel.
‘kereeenn, ganteng lagi’ batin ify dan via.
Stelah bberapa mnit saling bertatap2an, merekapun tersadar.
“eh, kok lama sih kak ?” tanya via mmulai percakapan.
“sorry via ku sayang, tadi macet” kata iel sambil mnyolek dagu sivia. Sontak muka via pun mmerah kyak kpiting rebus.
“iihhh, kaki el apaan sih, jadi malu” kata sivia sambil mnutup mukanya.
“KACANG GORENG KACANG GORENG … DUA SERINGGIT (?) SEDAP SEDAP SEDAP” teriak rify krna d cuekin ama siviel.
“knpa lo brdua, mau kacang goreng ? noh, beli aja d dpan banyak” kata iel watados.
Pleettaaakkkk… rify pun mnjitak kpala iel.
“au, knapa sih lo b2 jitakin kpla gw ? apa salah gw coba ?” tanya iel polos.
“ah, lama ngomong ama lo. Mndingan kita lanhgsung k blakang panggung aja. D marahin pak duta mampus lo” kata rio sambil menggandeng tangan ify. Ify kaget, tapi dia berusaha untuk bersikap biasa.
“ciiee ciiee yang gandengan, ehm ehm” ledek via yang ngeliat rio menggandeng tanga ify. Rio pun mllepas gandengan nya sedangkan ify tertunduk malu.
“apaan sih lo vi. Udah, bruan yukk” kata rio untuk mnutupi kgugupannya.
“yukk” jwab siviel + ify.
Tak berapa lama, acara pun d mulai. Penampilan demi penampilan d tampilkan oleh murid2 SMA KARTIKA, sekarang tiba saatnya giliran ify.
“vi, do’ain gw ia”pinta ify pada via.
“ok” jawab via sambil mengacungkan jmpolnya.
Ify pun naik k atas panggung dan diapun duduk d kursi yang sudah d sediakan. Perlahan2 ify pun mmencet tuts piano….
di sudut malam ini aku menunggumu
berharap engkau datang mengambil hatiku
yang sedang bersedih, tak mau begini
reff:
cinta kapan datang
aku tak mau sendiri lagi
cinta kapan datang
aku tak mau menunggu lagi
‘cinta lo bakal datang sbentar lagi fy’ batin rio.
di sepi hari ini aku menunggumu
mengisi setiap ruang yang belum terisi
yang sedang bersedih, tak mau begini
repeat reff
setiap hembusan nafasku, selama itu aku menunggu
semua bergulir lambat untukku menunggu cinta
(cinta kapan datang) kapan datang
(aku tak mau sendiri lagi
cinta kapan datang) cinta kapan datang
(aku tak mau menunggu lagi)
(cinta kapan datang)
aku tak mau sendiri lagi
cinta kapan datang
aku tak mau sendiri lagi
aku tak mau sendiri lagi
bersambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar